IDFilmCenter

Produk audiovisual, seperti program TV dan film, merefleksikan waktu kita hidup dan menunjukkan, dalam retrospeksi, bagaimana waktu telah berkembang. Singkatnya: itu adalah kenangan nasional suatu negara.
Tetapi produk audiovisual rapuh. Cetakan film, video dan kaset audio mudah rusak tanpa perawatan dan sistem penyimpanan yang baik. Mereka harus disimpan di kamar yang dikontrol iklim untuk mempertahankan kualitas aslinya. Film-film Indonesia sebagian besar tidak disimpan di ruang-ruang yang dikendalikan iklim. Bahan film memburuk dan kaset video menjadi tidak dapat ditonton karena kelembaban dan panas di Indonesia.
Yayasan Pusat Film Indonesia (Yayasan IdFilmCenter) sangat prihatin dengan kondisi warisan audiovisual Indonesia. Kami mengumpulkan dan mendigitalkan sebanyak mungkin materi audio-visual Indonesia untuk memberikan orang Indonesia akses ke warisan audio-visual mereka, sekarang atau di masa depan, agar mereka dapat tetap terhubung dengan sejarah mereka.

Kami mendigitalkan sebagian koleksi Sinematek (di antara film-film lain dari Usmar Ismail, Sjumandjaja, Teguh Karya, dan sebagainya). Kami memiliki MoU dengan sekolah film IKJ, museum Sonobudoyo di Yogyakarta, Yayasan Soekarno, PFN (Produksi Film Negara) dll. Dll.
Pada tahun 2018, Eye Film Museum di Amsterdam dan Yayasan IdFilmCenter memulihkan film klasik Indonesia “Tjoet Nja Dhien” (1988) dan kami memulihkan film “Aladin” (1953).

Kami menangani tidak hanya material lama (dari tahun 1949 hingga sekarang). Kami juga mengumpulkan semua produksi audiovisual yang dibuat saat ini dan tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu kami telah membangun ‘Museum Film Virtual’, www.idfilmcenter.com. Situs web bilingual (Indonesia & Inggris) ini diluncurkan pada Oktober 2011. Di ‘museum film virtual’ ini, kami mengumpulkan film pendek, video musik, dokumenter, iklan, dan trailer. Di situs web, kami juga memiliki 700 item film dari Dutch Eye Filmmuseum dan museum TV Belanda (Beeld & Geluid) tentang Hindia Belanda dari periode 1912 hingga 1965.

Sekarang, di CineCenter, IdFilmCenter telah menemukan tempat untuk Perpustakaan Filmnya. IdFilmCenter memiliki koleksi 5000 film dan koleksi buku-film. Di Lounge, orang dapat duduk dan menonton film dari perpustakaan.